Advertorial

Kebakaran SMPN 2 Samarinda, Meski Ada Kerugian Material Dipastikan Tidak Terdapat Korban Jiwa

POLITIKAL.ID – Peristiwa kebakaran hebat melanda bangunan SMPN 2 Samarinda di Jalan KH Ahmad Dahlan pada Rabu sore, yang mengakibatkan kerusakan serius pada sejumlah ruang kelas.

Meskipun kobaran api menghanguskan aset sekolah, pihak berwenang memastikan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut. Lokasi gedung yang sudah kosong dari aktivitas belajar mengajar menjadi faktor utama keselamatan seluruh warga sekolah.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda mencatat bahwa titik api pertama kali terlihat pada pukul 15.20 Wita.

Petugas segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melokalisir perambatan api agar tidak meluas ke pemukiman penduduk di sekitar Kelurahan Sungai Pinang Luar.

Penanganan Cepat di Area SMPN 2 Samarinda

Pihak pemadam mengerahkan total tujuh unit mobil tangki dari tim pemerintah dan swasta untuk menjinakkan api.

Kekuatan personel di lapangan semakin solid berkat bantuan 20 unit mesin pompa portabel yang dioperasikan oleh berbagai kelompok relawan Kota Samarinda. Sinergi ini membuat durasi pemadaman di SMPN 2 Samarinda hanya berlangsung selama 40 menit.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra AH, turun langsung memantau operasi tersebut.

Beliau menegaskan bahwa akses jalan menuju lokasi tidak mengalami kendala, sehingga petugas gabungan bisa bekerja secara efektif tanpa hambatan teknis yang berarti.

“Upaya pemadaman berlangsung selama 40 menit dengan melibatkan tujuh unit mobil tangki pemadam dari pemerintah dan unsur satuan pemadam swasta,” ungkap Hendra AH.

Evaluasi Kerusakan Ruang Kelas

Berdasarkan hasil pendataan pasca-pemadaman, api merusak satu bangunan berlantai dua yang mencakup delapan ruang kelas.

Struktur bangunan tersebut mengalami kerusakan berat akibat panasnya suhu api di lantai atas. Kendati demikian, prioritas utama petugas adalah memastikan area benar-benar aman sebelum menyerahkan penanganan selanjutnya kepada pihak kepolisian.

Hendra kembali menegaskan bahwa fokus keberhasilan operasi ini adalah nihilnya korban manusia. Kondisi lingkungan sekolah yang sudah sepi saat sore hari mempermudah proses evakuasi dan sterilisasi area terdampak di SMPN 2 Samarinda.

“Tidak adanya korban tersebut dipastikan karena seluruh area gedung sekolah dalam keadaan kosong tanpa kegiatan belajar mengajar saat kebakaran terjadi,” ujar Hendra.

Ia juga menambahkan bahwa satu bangunan berlantai dua yang terdiri atas delapan ruang kelas memang mengalami kerusakan berat.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Dugaan awal dari petugas di lapangan menunjukkan bahwa kebakaran ini terjadi akibat masalah instalasi listrik. Arus pendek listrik atau korsleting di lantai dua bangunan sekolah disinyalir menjadi pemicu munculnya api yang kemudian membesar dengan cepat.

Namun, kepastian mengenai penyebab utama masih menunggu hasil penyelidikan resmi dari Kepolisian Resor Kota Samarinda.

Selama proses penanggulangan, petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) hadir untuk memutus aliran listrik guna menjamin keselamatan tim pemadam.

Keamanan di sekitar lokasi juga terjaga berkat koordinasi apik antara personel Dinas Perhubungan dan kepolisian yang mengatur arus lalu lintas di Jalan KH Ahmad Dahlan.

Selain unsur pemadam, penanganan darurat ini juga melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga tim medis dari Info Taruna Samarinda.

Seluruh pihak bekerja sama untuk memastikan bahwa situasi di sekitar SMPN 2 Samarinda kembali kondusif setelah api dinyatakan padam sepenuhnya.

(Redaksi)

Show More

Related Articles

Back to top button