DPRD Samarinda Prioritaskan Bantuan Ayam Petelur dan Hidroponik untuk Perkuat Ekonomi Keluarga
POLITIKAL.ID – DPRD Samarinda mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran untuk program yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satu usulan yang mendapat perhatian ialah bantuan ayam petelur siap produksi dan paket hidroponik bagi keluarga di Kota Tepian.
Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi, menilai bantuan produktif lebih efektif daripada program seremonial. Menurutnya, bantuan tersebut mampu membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menambah penghasilan.
“Kalau anggaran daerah kita arahkan ke program yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, hasilnya tentu lebih besar. Bantuan seperti ayam petelur dan hidroponik bisa memperkuat ekonomi keluarga,” ujarnya.
DPRD Samarinda Dorong Bantuan Ayam Petelur Siap Produksi
Iswandi mengusulkan pemerintah memberikan ayam yang sudah siap bertelur. Dengan cara itu, masyarakat dapat langsung memanfaatkan hasilnya tanpa menunggu masa pemeliharaan.
Ia menilai dua ekor ayam petelur sudah cukup membantu satu keluarga. Warga bisa memanfaatkan telur untuk konsumsi sehari-hari. Mereka juga dapat menjual kelebihan hasil produksinya.
“Kalau masyarakat menerima ayam yang sudah siap bertelur, manfaatnya langsung terasa. Pengeluaran untuk membeli telur berkurang. Kalau produksinya berlebih, hasilnya bisa dijual,” katanya.
Menurut Iswandi, program sederhana seperti itu mampu menghemat pengeluaran rumah tangga hingga ratusan ribu rupiah setiap bulan.
DPRD Dukung Pengembangan Urban Farming di Samarinda
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Samarinda, Muhammad Darham, mengatakan DPRD menyambut baik pengembangan pertanian perkotaan atau urban farming.
Darham melihat minat masyarakat terhadap hidroponik terus meningkat. Karena itu, pemerintah membutuhkan dukungan anggaran agar lebih banyak warga dapat memulai usaha dari pekarangan rumah.
“Antusiasme masyarakat terus meningkat. Kami berharap dukungan anggaran dari DPRD dapat memperluas program hidroponik dan peternakan ayam petelur di lingkungan permukiman,” ujarnya.
Darham menilai biaya pengadaan paket hidroponik relatif terjangkau. Karena itu, pemerintah dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
DPRD Minta Anggaran Fokus pada Program Produktif
Iswandi meminta seluruh organisasi perangkat daerah menyusun program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Ia mengingatkan setiap rupiah dalam APBD harus menghasilkan manfaat yang jelas.
Menurutnya, pemerintah tidak perlu mengejar program yang terlihat besar tetapi minim hasil. Sebaliknya, pemerintah perlu memperbanyak program produktif yang langsung membantu warga.
“Jangan ukur program dari besar kecilnya anggaran. Ukur dari manfaat yang diterima masyarakat. Itu yang harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia berharap DPRD dan Pemkot Samarinda terus memperkuat kolaborasi. Melalui kerja sama itu, bantuan ayam petelur dan hidroponik dapat segera hadir di tengah masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan ekonomi keluarga.
(Adv)

